Sistem Dan Pengelompokan Latihan Senam

Berdasarkan perkembangannya, system hirarki latihan senam ada 4 yaitu system Swedia, Sistem Jerman, system Denmark, dan system Australia. Sistem ini sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Berikut penjelasan dari masing-masing system dari keempat Negara tersebut;

1. Sistem Denmark

Tokoh system Denmark adalah Niels Buksh, dia adalah tokoh pendidikan jasmani. Dasar senam menurut Niels Buksh adalah anatomis, fistalogis, dan dinamis dengan tujuan latihan adalah untuk kesehatan tubuh dan fungsi gerakan. Pembagian dasar latihan ini adalah:
  1. Latihan Persiapan (Normalisasi)
  2. Latihan ketangkasan
  3. Latihan penenangan
2. Sistem Jerman

Tokoh system jerman adalah Guthmuths, Maul, Spranz, dan John. Kesemuanya adalah tokoh pendidikan jasmani dan tenaga pengajar pendidikan jasmani di sekolah. Dasar system senamnya adalah:
  1. Latihan Gerak bebas (Latihan geraka ditempat dan berjalan)
  2. Latihan menggunakan alat
  3. Latihan  yang bersifat permainan
3. Sistem Swedia

Tokoh system senam Swedia adalah Flinemfsa, PH Ling, dan Thulin. Dasar system senam Swedia terdiri atas senam militer, senam sekolah, dan senam medis. Latihan Senam Swedia dibagi menjadi dua, yaitu; Latihan permulaan (untuk menarik perhatian) dan latihan bebas yang ringan. Latihan inti dilakukan dengan urutan yaitu;
  1. Membusur yang ringan
  2. Menggantung
  3. Keseimbangan
  4. Latihan kaki, lengan, dan tubuh
  5. Berjalan, berlari disusul dengan latihan pernapasan
  6. Latihan ke samping
  7. Meloncat-loncat.

4. Sistem Australia

Tokoh system senam Australia adalah Gaulhowver dan Strechors. Yang ditekankan pada system Senam Australia adalah pedagogis, psikologis biologis, dan prestasi. Tujuan latihan adalah untuk kesehatan dan kekuatan. Sistematika laitihan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
  1. Latihan Normalisasi
  2. Latihan pembentukan
  3. Latihan prestasi
  4. Latihan seni gerak.
Dari keempat pendapat tadi dapat disimpulkan bahwa latihan senam dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1) Normalisasi latihan pendahuluan
2) Latihan pembentukan ketangkasan
3) Dan Latihan Penenangan.

Sumber https://www.olahragakesehatanjasmani.com/

Posting Komentar

0 Komentar